Superfood Anti Kanker, Sayuran Brokoli

Sayuran brokoli yang biasa kita sajikan di meja makan rupanya memiliki kandungan anti kanker. Sejauh mana manfaat brokoli sebagai anti kanker? Mari menguak khasiat sayuran satu ini mengutip dari ulasan dalam laman deherba.com.

Sayuran brokoli sendiri merupakan salah satu jenis sayuran kubis kubisan. Artinya sayuran ini masih berkerabat dengan kembang kol, kale, pakcoy, kailan, kubis dan lain sebagainya. Brokoli pada umumnya berwarna hijau tua, tetapi ditemukan pula keberadaan brokoli dalam warna lain seperti ungu dan kuning.

Perbedaan warna pada brokoli biasanya berkaitan dengan unsur fitokimia pembentuknya. Karena rupanya pada buliran bunganya, ditemukan unsur nutrisi dan fitokimia yang sangat tinggi. Dan dari sanalah diketahui bahwa sayuran brokoli dapat dikategorikan sebagai superfood, termasuk pula berkhasiat sebagai anti kanker.

sayuran brokoli sebagai anti kanker

Dalam USDA National Nutrient Database, dijelaskan bahwa sayuran brokoli mengandung 31 kalori termasuk di dalamnya terdapat komponen karbohidrat, serat dan protein. Sebagaimana jenis kubis kubisan lain, vitamin C dalam sayuran brokoli sangat tinggi berkali lipat dari vitamin C dalam jeruk. Selain juga mengandung vitamin A, vitamin K, Vitamin B dan vitamin D.

Komponen mineral di dalamnya juga relatif lengkap hingga sangat tepat untuk memenuhi kebutuhan mikronutrisi. Sebut saja seperti tembaga, zink, selenium, kalsium, mangan, magnesium, sulfur dan kalium.

Tidak heran kan bila brokoli ini disebut sebagai sayuran superfood. Komponen nutrisi di dalamnya sangat lengkap. Namun bukan hanya itu yang kemudian menjadikannya sebagai anti kanker. Sebagaimana dijelaskan di atas, komponen antioksidan dalam brokoli sangat kaya.

Setiap jenis warna yang berbeda berarti mengandung komponen antioksidan berbeda. Tetapi yang membuatnya istimewa adalah komponen sulforaphane. Ini sebenarnya adalah unsur sulfur yang menjadi khas dari brokoli. Memberi efek rasa sedikit getir ringan pada brokoli.

Bersama dengan unsur antioksidan lain seperti klorofil, zeaxanthine,karbinol, lutein dan kaemferol, seluruhnya akan bekerja sebagai makanan yang akan mencegah dan mendorong matinya sel kanker. Bagaimana lebih tepatnya cara kerja sayuran brokoli sebagai anti kanker?

Masih merujuk pada ulasan deherba.com, berikut adalah hasil riset yang dijabarkan dalam Harvard Medical School Beth Israel Deaconess Medical Center Boston tahun 2019. Riset ini menjelaskan unsur apa saja dapat sayuran brokoli yang bekerja sebagai anti kanker.

Membantu proses peningkatan daya tahan tubuh

Komponen vitamin C yang tinggi, magnesium, sulfur dan sejumlah elemen antioksidan di dalam sayuran brokoli terbukti klinis membantu menstimulasi kinerja daya tahan tubuh. Termasuk membantu tubuh bekerja lebih efektif melawan sel-sel kanker.

melemahkan inti sel kanker

Unsur antioksidan dalam sayuran brokoli juga terbukti bekerja efektif menyerang inti sel kanker. Ini menyebabkan pertahanan dari sel kanker melemah dan menghambat pertumbuhan dari sel kanker tersebut.

Mengendalikan peradangan

Persebaran kanker pada suatu organ akan menyebabkan kerusakan jaringan pada organ tersebut. Ini memicu terbentuknya peradangan yang masif dan disfungsi organ. Mengonsumsi sayuran brokoli akan membantu mengendalikan situasi ini. Karena dalam sayuran brokoli terdapat komponen anti inflamasi atau anti peradangan yang relatif kuat.

Menghambat persebaran

Salah satu momok menakutkan dari kanker adalah persebarannya yang masif, hingga terbentuk metastasis atau persebaran kanker yang ke organ dan bagian lain tubuh. Kanker yang bermetastasis dapat menjadi lebih mematikan dari sebelumnya.

Dan sayuran brokoli dengan unsur anti kankernya dapat membantu mencegah kondisi metastasis terjadi. Brokoli dengan unsur sulforaphane di dalamnya bekerja menghambat proses duplikasi sel terjadi.

Membunuh sel kanker

Sayuran brokoli dengan fitokimia di dalamnya bekerja mendorong apoptosis pada sel kanker. Ini adalah reaksi bunuh diri sel ketika sel mengalami penyimpangan sifat dari sel sehat sekitarnya. Fungsi ini menjadikannya sebagai superfood anti kanker yang harus masuk dalam menu harian. Baik sebagai pencegahan kanker juga untuk membantu pengobatan kanker.