Cara Budidaya Ikan Koi agar Cepat Besar dan Sehat

Cara budidaya ikan koi rasanya wajib untuk Anda ketahui jika tertarik dengan dunia agribisnis. Pasalnya, usaha pada bidang ini memiliki keuntungan serta prospek yang sangat bagus. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya untuk mencoba budidaya ikan koi.

Panduan Serta Cara Budidaya Ikan Koi dengan Mudah

Untuk menghasilkan keuntungan besar, pada dasarnya tidak bisa didapatkan begitu saja. Dalam bidangnya diperlukan pengetahuan serta ketekunan, tak terkecuali tentang budidaya ikan koi. Berikut beberapa panduan serta caranya.

Cara Budidaya Ikan Koi

 

1. Persiapan Kolam

Tahap pertama untuk memulai budidaya adalah menyiapkan sebuah kolam untuk menjadi habitat dan harus dimaksimalkan karena sangat mempengaruhi pertumbuhan ikan koi. Salah satu media yang bisa Anda gunakan adalah kolam berjenis semen guna memudahkan pengembangan pembudidayaan.

Selain itu, keuntungan dari menggunakan kolam semen dalam menunjang perawatan ikan koi adalah dapat tumbuhnya bakteri Premium Micrococcus Roseus. Pasalnya bakteri tersebut mampu menghasilkan sebuah pigmen astaxanthin, sehingga membuat warna ikan koi menjadi lebih cerah.

2. Memilih Induk

Proses berikutnya dalam budidaya ikan koi adalah memastikan indukannya berkualitas bagus. Hal tersebut bisa Anda ketahui dengan cara melihat keaktifan dan agresivitas gerakannya. Selain itu, usahakan memilih ikan yang memiliki corak menarik agar bisa diikuti pada keturunannya nanti.

Cara lain untuk mengetahui memilih induk berkualitas adalah pastikan ikan koi berumur lebih dari 2 tahun. Kemudian, mempunyai jenis atau varietas seragam, memiliki bentuk tubuh yang ideal yakni panjang dan lurusnya. Nafsu makan tinggi, warna cerah, cemerlang hingga tak ada cacat sedikitpun.

3. Pemeliharaan Induk Ikan Koi

Cara budidaya ikan koi berikutnya adalah masuk pada tahap teknik pemeliharaan induknya. Usahakan penempatannya di sebuah kolam khusus yang memiliki kedalaman air kurang lebih sekitar 150 cm. Perhatikan juga kepadatannya jangan sampai menumpuk apalagi jenis betina cepat bertumbuhnya.

Untuk jenis jantan, jika kolam berukuran sekitar 4×5 meter berisikan 40 ekor dalam satu ruang. Tujuan dari dipisahnya antara kedua jenis tersebut agar betina tidak mengalami tak diberi pakan lagi. Pakailah pelet berukuran 8 mm 3 sampai 5% perharinya.

4. Proses Pemijahan Ikan Koi

Pemijahan merupakan suatu proses mengeluarkan sel telur betina serta sperma jantan untuk dilakukan perkawinan agar menghasilkan bibit ikan. Untuk langkah-langkahnya, siapkanlah sebuah kolam terlebih dahulu secara terpisah antara betina dengan jantan yang terbuat dari semen halus.

Pada umumnya, kolam untuk pemijahan memiliki ukuran sekitar 3×6 meter dan kedalamannya berkisar 60 cm, tinggi 40 cm namun bisa juga Anda sesuaikan dengan keinginan. Jangan lupa untuk sirkulasi keluar masuknya air berlangsung secara baik karena dapat mempengaruhi rangsangan ikan koi.

5. Proses Sortir Ikan Koi

Proses penyortiran dilakukan untuk menentukan serta mengukur nilai harga jualnya. Karena, kualitas merupakan kunci utama dari harga jualnya di pasaran. Pastikan proses ini dimulai sejak usia 1 bulan, sebab di umur tersebut ikan koi sudah bisa dipindahkan tapi lebih aman lagi jika berusia 3 bulan.

Ikan koi bisa Anda golongkan dari ukurannya, warna, badan bulat, sirip simetris dan sebagainya. Jika untuk pasar internasional, biasanya penyortiran dilakukan dengan dasar varietas atau jenisnya. Proses ini tak boleh dilewatkan, untuk menentukan harga jualnya.

Itulah tadi pembahasan yang diambil dari situs ikanesia mengenai cara budidaya ikan koi. Pastikan bahwa tak ada satupun tahap dan prosesnya yang Anda lewatkan. Hal tersebut dikarenakan, masa panen bergantung pada bagaimana metode pembudidayaannya.