Meniti Jalan Akhirat dengan Banyaknya Rintangan

Assalaamu ‘alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh. Para pembaca yang dirahmati Allah pada kesempatan ini kami akan menyajikan sebuah Materi tentang bagaimana menempuh jalan menuju akhirat. kita sama merasakan tentunya bahwa begitu terasa susah untuk meniti jalan kebaikan akhirat  ini. Simak uraian singkatnya di bawah ini.

Meniti Jalan Akhirat dengan Banyaknya Rintangan

Dalam menuju jalan akhirat itu selalu ada banyak rintangan. Oleh karena itu mesti kita mencari petunjuk dari para ulama. Sebab mereka adalah pewaris para nabi yang tentunya banyak menyimpan ilmu buat disampaikan kepada umat muslim.

Ketika Zaman Sudah tidak ada lagi ulama

Apa bila para ulama sudah tidak ada lagi, maka tentu yang tertinggal hanyalah orang-orang yang tidak berilmu. Dan jika mereka yang tidak berilmu maka sudah barang tentu mereka akan memberikan petunjuk dengan tanpa dasar. 

Jika seperti ini yang terjadi sudah pasti dunia ini akan kebalik yang mana kebaikan bisa jadi dianggap sebagai keburukan dan sebaliknya keburukan akan dianggapnya sebagai kebaikan. na'udzubillah.

Pemberi Fatwa yang tidak berilmu

Di saat para ulama sudah tiada maka diangkatlah orang-orang yang yang tidak seberapa memiliki ilmu agama untuk pemberi fatwa. Jika sudah keadaan terpaksa seperti ini, karena faktor ulamanya yang sudah sudah sirna, maka itu sudah pasti para pemberi fatwa akan menggunakan dalil hanya yang sesuai hawa nafsunya saja.

Mereka para pemberi fatwa yang tidak berilmu maka jelas ia akan memberikan petunjuk dengan tidak berlandaskan pada Al-qur'an dan As-Sunnah. Nah, inilah zaman yang paling kita khawatirkan.

Pada saat itulah kehilangannya sandaran dan pegangan yang pada akhir di saat itulah kesempatan setan la'natullah 'alaih yang memberi pengaruh dengan dahsyat terhadap mereka na'udzubillah.

Jika setan berhasil sebagai pembisiknya maka tinggal tunggu saat-saat yang sangat mengkhawatirkan. Bencana akan bermuculan di mana-mana. Jangankan di akhirat, di dunia saja sudah bisa dirasakan bergam kehancuran. Berhati-hatilah !!, semoga kita tetap dalam lindungan-Nya. Aamiin. Demikian materi singkat yang kami sajikan semoga bermanfaat.

Kunjungi juga: https://www.fiqih.co.id/